Di sebuah pantai yang di sambut
dengan derasnya hujan, ada gadis yang sedang duduk penuh resah sambil
memandangi hujan. “Rena” kata laki-laki yang dikenalnya. Rena gadis yang
mempunyai senyuman manis itu menoleh ke arah suara itu. Suara yang sangat dikenalnya.
Dia disana, Dante berdiri dengan tubuhnya yang basah kuyup. Celana, jaket dan
kausnya basah.
Rena berdiri dan langsung berlari
ke arah Dante. Kemudian, Rena memeluk laki-laki itu dan tiba-tiba Dante
terkejut, tapi kali ini Dante tidak membuang muka dengan berpura-pura. Dante
pun langsung menanyakan kalimat “Apa kamu baik-baik saja Rena?” atau “Kamu
kenapa Rena?” Rena pun menjawab “Tidak, aku hanya sedikit terluka Dante”
jawabnya dengan memeluk Dante dengan erat, karena Dante juga terluka. Dante hanya
membiarkan emosinya lepas, kali ini, dan mungkin hanya kali ini. Dante
membiarkan keegoisan menguasai dirinya. Perlahan-lahan tangannya bergerak
memeluk tubuh Rena.
Di tepi pantai yang diguyur
hujan, berdiri dua orang yang tengah terluka. Bukan luka fisik, melainkan luka
hati. Mungkinkah luka mereka disebabkan oleh hal yang berbeda. Tapi, luka
tetaplah luka. Rasanya akan selalu menyakitkan, bagi siapapun yang
merasakannya. Perasaan mereka, ketakutan, kegelisahan, kekhawatiran, kesedihan
yang mereka alami, beban yang mereka tanggung selama bertahun-tahun. Mereka
melepaskannya lewat sebuah pelukan.
Segala perasaan itu, segalanya,
melebur. Kemudian, bersatu dengan air hujan lalu terbawa ke lautan.
Rynhrd~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar