Tugas Kelompok 2
Etika Bisnis

Disusun
Oleh :
1) Fianca Lena Feriskha (12215650)
2) Ikhsan Ramadhan (13215255)
3) Muhamad Fachry Chairul (14215368)
4) Rexa Dwi Nurcitha (15215796)
5) Yora Putri Maharani (17215284)
Fakultas Ekonomi
Universitas Gunadarma
2018
2.1 Pengertian Etika Lingkungan
Etika Lingkungan berasal dari
dua kata, yaitu Etika dan Lingkungan. Etika berasal dari
bahasa yunani yaitu “Ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Ada tiga
teori mengenai pengertian etika, yaitu: etika Deontologi, etika Teologi, dan
etika Keutamaan. Etika Deontologi adalah suatu tindakan di nilai baik atau
buruk berdasarkan apakah tindakan itu sesuai atau tidak dengan kewajiban.Etika
Teologi adalah baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan atau akibat
suatu tindakan.Sedangkan Etika keutamaan adalah mengutamakan pengembangan
karakter moral pada diri setiap orang.
Lingkungan
adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi
kelangsungan kehidupan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lain baik secara
langsung maupun secara tidak langsung.Jadi, etika lingkungan merupakan
kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya.etika lingkungan
diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan
secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga.
Jadi, etika lingkungan merupakan
kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya.etika lingkungan
diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara
cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan penerapan etika
lingkungan sebagai berikut:
- Manusia
merupakan bagian dari lingkungan yang tidak terpisahkan sehngga perlu
menyayangi semua kehidupan dan lingkungannya selain dirinya sendiri.
- Manusia
sebagai bagian dari lingkungan, hendaknya selalu berupaya untuk emnjaga
terhadap pelestarian , keseimbangan dan keindahan alam.
- Kebijaksanaan
penggunaan sumber daya alam yang terbatas termasuk bahan energy.
- Lingkungan
disediakan bukan untuk manusia saja, melainkan juga untuk makhluk hidup
yang lain.
Di samping itu, etika
Lingkungan tidak hanya berbicara mengenai perilaku manusia terhadap alam, namun
juga mengenai relasi di antara semua kehidupan alam semesta, yaitu antara
manusia dengan manusia yang mempunyai dampak pada alam dan antara manusia
dengan makhluk hidup lain atau dengan alam secara keseluruhan.
2.2 Jenis-Jenis Etika Lingkungan
Etika Lingkungan disebut juga Etika Ekologi. Etika
Ekologi selanjutnya dibedakan dan menjadi dua yaitu etika
ekologi dalam dan etika ekologi dangkal. Selain itu etika lingkungan
juga dibedakan lagi sebagai etika pelestarian dan etika pemeliharaan. Etika
pelestarian adalah etika yang menekankan pada mengusahakan pelestarian alam
untuk kepentingan manusia, sedangkan etika pemeliharaan dimaksudkan untuk
mendukung usaha pemeliharaan lingkungan untuk kepentingan semua makhluk.
- Etika
Ekologi Dangkal
Etika ekologi dangkal adalah pendekatan terhadap lingkungan yang menekankan
bahwa lingkungan sebagai sarana untuk kepentingan manusia, yang bersifat
antroposentris. Etika ekologi dangkal ini biasanya diterapkan pada filsafat
rasionalisme dan humanisme serta ilmu pengetahuan mekanistik yang kemudian
diikuti dan dianut oleh banyak ahli lingkungan. Kebanyakan para ahli lingkungan
ini memiliki pandangan bahwa alam bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup
manusia.
Secara umum, Etika ekologi dangkal ini menekankan hal-hal
berikut ini :
- Manusia terpisah dari alam.
- Mengutamakan hak-hak manusia
atas alam tetapi tidak menekankan tanggung jawab manusia.
- Mengutamakan perasaan
manusia sebagai pusat keprihatinannya.
- Kebijakan dan manajemen
sunber daya alam untuk kepentingan manusia.
- Norma utama adalah untung
rugi.
- Mengutamakan rencana jangka
pendek.
- Pemecahan krisis ekologis
melalui pengaturan jumlah penduduk khususnya dinegara
miskin.
- Menerima secara positif
pertumbuhan ekonomi.
- Etika
Ekologi Dalam
Etika ekologi dalam adalah pendekatan terhadap lingkungan yang melihat
pentingnya
memahami lingkungan sebagai keseluruhan kehidupan yang saling menopang,
sehingga semua unsur mempunyai arti dan makna yang sama. Etika Ekologi ini
memiliki prinsip yaitu bahwa semua bentuk kehidupan memiliki nilai bawaan dan
karena itu memiliki hak untuk menuntut penghargaan karena harga diri, hak untuk
hidup dan hak untuk berkembang. Premisnya adalah bahwa lingkungan moral harus
melampaui spesies manusia dengan memasukkan komunitas yang lebih luas.
Komunitas yang lebih luas disini maksudnya adalah komunitas yang menyertakan
binatang dan tumbuhan serta alam.
Secara umum etika ekologi dalam ini menekankan hal-hal berikut :
- Manusia adalah bagian dari
alam.
- Menekankan hak hidup mahluk
lain, walaupun dapat dimanfaatkan oleh manusia, tidak boleh diperlakukan
sewenang-wenang.
- Prihatin akan perasaan semua
mahluk dan sedih kalau alam diperlakukan sewenang-wenang.
- Kebijakan manajemen
lingkungan bagi semua mahluk.
- Alam harus dilestarikan dan
tidak dikuasai.
- Pentingnya melindungi
keanekaragaman hayati.
- Menghargai dan memelihara
tata alam.
- Mengutamakan tujuan jangka
panjang sesuai ekosistem.
- Mengkritik sistem ekonomi
dan politik dan menyodorkan sistem alternatif yaitu sistem mengambil
sambil memelihara.
Demikian pembagian etika lingkungan, Keduanya
memiliki beberapa perbedaan-perbedaan seperti diatas. Tetapi bukan berarti
munculnya etika lingkungan ini memberi jawab langsung atas pertanyaan mengapa
terjadi kerusakan lingkungan. Namun paling tidak dengan adanya gambaran etika
lingkungan ini dapat sedikit menguraikan norma-norma mana yang dipakai oleh
manusia dalam melakukan pendekatan terhadap alam ini. Dengan demikian etika
lingkungan berusaha memberi sumbangan dengan beberapa norma yang ditawarkan
untuk mengungkap dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.
2.3 Teori Etika Lingkungan
1) Zoosentrisme
Etika lingkungan Zoosentrisme adalah etika yang
menekankan perjuangan hak-hak binatang, karenanya etika ini juga disebut etika
pembebasan binatang. Tokoh bidang etika ini adalah Charles Brich. Menurut etika
ini, binatang mempunyai hak untuk menikmati kesenangan karena mereka dapat
merasa senang dan harus dicegah dari penderitaan. Sehingga bagi para penganut
etika ini, rasa senang dan penderitaan binatang dijadikan salah satu standar
moral. Menurut The Society for the Prevention of Cruelty to Animals,
perasaan senang dan menderita mewajibkan manusia secara moral memperlakukan
binatang dengan penuh belas kasih.
Daftar Pustaka