Universitas Gunadarma

Sabtu, 17 Januari 2015

20:40

Pada waktu itu, di stasiun yang begitu asing, sepasang kaki melangkah dengan ganjil membawa kenangan akan kecupan pertama yang mendarat di kening ku. Sambil berdoa agar waktu cepat berlalu. Berfikir akan terjadinya hal itu, ada sebuah kata menjelaskan “Jangan kecup kening seseorang jika kau hanya bermaksud memberikan kenangan baik lalu kemudian pergi, dan membuat seseorang itu berharap mengembalikan waktu sebelum kau kecup keningnya.”
Kemudian aku kembali memikirkan kata maaf. Sebetulnya setiap maaf yang diberikan adalah kepercayaan untuk memperbaiki. Ya walau sifatnya tidak lagi utuh, tapi wajib untuk dipertahankan dan yang jelas dimaafkan. Kata maaf yang pertama membuatmu yakin memberikan kesempatan yang kedua, tapi tidak untuk maaf yang selanjutnya.
Memang semua orang pantas diberikan maaf, untuk kesekian kalinya. Tapi tidak semuanya pantas diberikan kepercayaan.

Rynhrd~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar