Konsep
Ekonomi
Kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat dalam
kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan menjadi kegiatan produksi, distribusi
dan konsumsi. Antara ketiga konsep itu saling berkaitan satu sama lain.
1. Kegiatan
Konsumsi.
Kegiatan ini menyangkut tindakan manusia dalam
masyarakat baik secara individu maupun kelompok dalam menggunakan, memakai,
menghabiskan barang dan jasa. Barang dan jasa ini dihasilkan oleh para produsen
/ penghasil dengan cara menukarkannya dengan uang mereka. Konsumsi banyak
dipengaruhi oleh tingkat pendapatan seseorang, kebiasaan, dan budaya mereka,
sehingga diperlukan perhitungan yang lebih bijaksana.
Konsumsi yang lebih bijaksana artinya adanya
keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran / konsumsi seseorang, baik
secara rutin maupun harian, mingguan, bulanan serta tahunan. Jangan sampai
besar pasak dari pada tiang. Lebih besar pengeluaran dari pada pendapatan.
Konsumsi ini dilakukan oleh individu/perorangan maupun kelompok, masyarakat dan
negara, dalam penggunaan barang barang dan jasa.
2. Kegiatan
Produksi.
Kegiatan ekonomi yang menyangkut produksi ialah
kegiatan yang berkenaan dengan usaha meningkatnya nilai guna suatu barang dan
jasa. Langkah pertama kegiatan produksi itu adalah menghimpun faktor produksi
seperti, sumber alam, sember tenaga kerja manusia, modal, dan skill yang
berasal dari masyarakat atau konsumen melalui distribusi. Setelah terhimpun,
faktor produksi itu diolah menjadi hasil produksi yang berupa barang dan jasa.
3. Kegiatan Distribusi
Kegiatan distribusi ini dalam ilmu ekonomi
menyangkut kegiatan yang membantu melancarkan produksi dan konsumsi. Artinya
mempercepat arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen, maupun dari
konsumen ke produsen.
Pengaturan penyebaran barang dan jasa tergantung
pada banyaknya barang yang ditawarkan (supplai). Dan permintaan barang dan jasa
dari masyarakat / konsumen (demand).
Teori Ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu ilmu
sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi,
distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Dan juga Ekonomi adalah
ilmu yang mempelajari segala prilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
dengan tujuan memperoleh falah (kedamaian dan kesejahteraan dunia dan akhirat).
Istilah Ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu “OKONOMEIA” terdiri dari dua suku
kata OIKOS “Rumah
Tangga” dan NOMOS “Peraturan”.
Rumah tangga yang dimaksud disini adalah : Rumah Tangga Konsumsi, Rumah Tangga
Perusahaan, Rumah Tangga Negara, dll.
Sementara yang dimaksud dengan ahli
ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam
bekerja.
Ilmu Ekonomi
merupakan suatu studi tentang perilaku masyarakat dalam menggunakan sumber daya
yang terbatas atau langka dalam rangka memproduksi barbagai komoditi untuk
kemudian menyalurkan kepada individu atau kelompok yang ada dalam masyarakat.
Hal-hal yang
dipelajari dalam ilmu ekonomi adalah Kelangkaan (scarcity), Pilihan-pilihan
(choices), Biaya kesempatan (opportunity).
Teori Ekonomi Makro
Teori ekonomi makro
adalah sebuah teori yang mempelajari dan mambahas tentang segala peristiwa,
fenomena atau masalah-masalah yang terkait dengan ekonomi secara keseluruhan
atau dalam ruang lingkup besar. Ekonomi makro juga merupakan bagian dari ilmu
ekonomi yang memfokuskan kajian terhadap mekanisme kerja perekonomian suatu
bangsa secara menyeluruh. Karena pada dasarnya ekonomi makro memiliki tujuan
ekonomi makro adalah untuk mengerti dan memahami peristiwa atau kejadian
seputar perekonomian dan berusaha untuk membuat suatu rumusan yang menjadi
solusi untuk memperbaiki kebijakan ekonomi yang ada. Selain itu dalam ekonomi
makro ini ada beberapa hubungan yang terjadi.
Hubungan
yang dibahas di dalamnya meliputi hubungan antar variabel yang agregatif,
adapun hubungan tersebut, antara lain :
a. Tingkat
pendapatan nasional
b. Konsumsi
yang dilakukan rumah tangga
c. Investasi
nasional (pemerintah atau swasta)
d. Tingkat
tabungan (institusi atau individu)
e. Belanja
pemerintah (APBN atau APBD)
f. Tingkat
harga (harga umum atau harga pasar)
g. Jumlah uang
yang beredar dalam masyarakat.
h. Tingkat
bunga yang didapat
i.
Kesempatan kerja dan lapangan pekerjaan
j.
Neraca pembayaran
k. Ekspor dan
impor
Teori Ekonomi
Mikro
Ekonomi mikro
merupakan salah satu teori dalam dunia perekonomian selain teori ekonomi makro.
Sesuai dengan namanya mikro, yang artinya kecil maka dengan demikian ekonomi
mikro adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang ekonomi dalam ruang
lingkup kecil, misalnya perusahaan, rumah tangga, dan lainnya. Teori ekonomi
mikro adalah teori yang mempelajari perilaku dari konsumen dan perusahaan serta
menentukan harga-harga pasar dan kuantitas dari beberapa faktor, diantaranya
faktor input, barang, dan jasa yang diperjual belikan. Pembahasan dari ekonomi
mikro meliputi pemanfaatan terhadap sumber daya ekonomi bagi kehidupan
masyarakat dan perilaku serta tingkah laku yang ditunjukkan oleh produsen dan
konsumen dalam berinteraksi dalam pasar. Ruang lingkup dari ekonomi mikro hanya
terbatas pada kegiatan ekonomi yang sempit dan khusus.
Selain itu
ekonomi mikro juga mempelajari bagaimana sutu perilaku atau aktivitas dari
berbagai pihak yang termasuk ke dalam ekonomi mikro bisa mempengruhi permintaan
dan penawaran atas sutu produk baik barang maupun jasa yang akan menentukan
harga dan bagaimana harga tersebut akan menentukan jumlah permintaan dan
penawaran selanjutnya.
Teori
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi
ialah sebagai “kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk
menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya;
kemampuan ini tumbuh sesuai dengan suatu kemajuan tekonologi, dan penyesuaian
kelembagaan dan ideologis yang diperlukannya.
1. pertumbuhan
ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya secara terus-menerus persediaan
barang
2. Teknologi
maju adalah faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajad
pertumbuhan kemampuan dalam penyediaan aneka macam barang kepada penduduk
3. Penggunaan
teknologi secara luas dan efisien memerlukan adanya suatu penyesuaian di bidang
kelembagaan dan ideologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan
umat manusia bisa dimanfaatkan secara tepat. Tekonologi modern misalnya, tidak
cocok dengan corak/kehidupan desa, pola keluarga besar, usaha keluarga dan buta
huruf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar