Universitas Gunadarma

Rabu, 04 Oktober 2017

Konsep Ekonomi dan Pengertian Teori-Teori Ekonomi



Konsep Ekonomi
Kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan menjadi kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi. Antara ketiga konsep itu saling berkaitan satu sama lain.

1.      Kegiatan Konsumsi.
Kegiatan ini menyangkut tindakan manusia dalam masyarakat baik secara individu maupun kelompok dalam menggunakan, memakai, menghabiskan barang dan jasa. Barang dan jasa ini dihasilkan oleh para produsen / penghasil dengan cara menukarkannya dengan uang mereka. Konsumsi banyak dipengaruhi oleh tingkat pendapatan seseorang, kebiasaan, dan budaya mereka, sehingga diperlukan perhitungan yang lebih bijaksana.
Konsumsi yang lebih bijaksana artinya adanya keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran / konsumsi seseorang, baik secara rutin maupun harian, mingguan, bulanan serta tahunan. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang. Lebih besar pengeluaran dari pada pendapatan. Konsumsi ini dilakukan oleh individu/perorangan maupun kelompok, masyarakat dan negara, dalam penggunaan barang barang dan jasa.

2.      Kegiatan Produksi.
Kegiatan ekonomi yang menyangkut produksi ialah kegiatan yang berkenaan dengan usaha meningkatnya nilai guna suatu barang dan jasa. Langkah pertama kegiatan produksi itu adalah menghimpun faktor produksi seperti, sumber alam, sember tenaga kerja manusia, modal, dan skill yang berasal dari masyarakat atau konsumen melalui distribusi. Setelah terhimpun, faktor produksi itu diolah menjadi hasil produksi yang berupa barang dan jasa.

3.      Kegiatan Distribusi
Kegiatan distribusi ini dalam ilmu ekonomi menyangkut kegiatan yang membantu melancarkan produksi dan konsumsi. Artinya mempercepat arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen, maupun dari konsumen ke produsen.
Pengaturan penyebaran barang dan jasa tergantung pada banyaknya barang yang ditawarkan (supplai). Dan permintaan barang dan jasa dari masyarakat / konsumen (demand).

Teori Ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Dan juga Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari segala prilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan memperoleh falah (kedamaian dan kesejahteraan dunia dan akhirat).
Istilah Ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu “OKONOMEIA” terdiri dari dua suku kata OIKOS “Rumah Tangga” dan NOMOS “Peraturan”. Rumah tangga yang dimaksud disini adalah : Rumah Tangga Konsumsi, Rumah Tangga Perusahaan, Rumah Tangga Negara, dll.
Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. 
Ilmu Ekonomi merupakan suatu studi tentang perilaku masyarakat dalam menggunakan sumber daya yang terbatas atau langka dalam rangka memproduksi barbagai komoditi untuk kemudian menyalurkan kepada individu atau kelompok yang ada dalam masyarakat.
Hal-hal yang dipelajari dalam ilmu ekonomi adalah Kelangkaan (scarcity), Pilihan-pilihan (choices), Biaya kesempatan (opportunity).

Teori Ekonomi Makro

Teori ekonomi makro adalah sebuah teori yang mempelajari dan mambahas tentang segala peristiwa, fenomena atau masalah-masalah yang terkait dengan ekonomi secara keseluruhan atau dalam ruang lingkup besar. Ekonomi makro juga merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang memfokuskan kajian terhadap mekanisme kerja perekonomian suatu bangsa secara menyeluruh. Karena pada dasarnya ekonomi makro memiliki tujuan ekonomi makro adalah untuk mengerti dan memahami peristiwa atau kejadian seputar perekonomian dan berusaha untuk membuat suatu rumusan yang menjadi solusi untuk memperbaiki kebijakan ekonomi yang ada. Selain itu dalam ekonomi makro ini ada beberapa hubungan yang terjadi. 
Hubungan yang dibahas di dalamnya meliputi hubungan antar variabel yang agregatif, adapun hubungan tersebut, antara lain :
a.       Tingkat pendapatan nasional
b.      Konsumsi yang dilakukan rumah tangga
c.       Investasi nasional (pemerintah atau swasta)
d.      Tingkat tabungan (institusi atau individu)
e.       Belanja pemerintah (APBN atau APBD)
f.       Tingkat harga (harga umum atau harga pasar)
g.      Jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.
h.      Tingkat bunga yang didapat
i.        Kesempatan kerja dan lapangan pekerjaan
j.        Neraca pembayaran
k.      Ekspor dan impor

Teori Ekonomi Mikro
Ekonomi mikro merupakan salah satu teori dalam dunia perekonomian selain teori ekonomi makro. Sesuai dengan namanya mikro, yang artinya kecil maka dengan demikian ekonomi mikro adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang ekonomi dalam ruang lingkup kecil, misalnya perusahaan, rumah tangga, dan lainnya. Teori ekonomi mikro adalah teori yang mempelajari perilaku dari konsumen dan perusahaan serta menentukan harga-harga pasar dan kuantitas dari beberapa faktor, diantaranya faktor input, barang, dan jasa yang diperjual belikan. Pembahasan dari ekonomi mikro meliputi pemanfaatan terhadap sumber daya ekonomi bagi kehidupan masyarakat dan perilaku serta tingkah laku yang ditunjukkan oleh produsen dan konsumen dalam berinteraksi dalam pasar. Ruang lingkup dari ekonomi mikro hanya terbatas pada kegiatan ekonomi yang sempit dan khusus.  
Selain itu ekonomi mikro juga mempelajari bagaimana sutu perilaku atau aktivitas dari berbagai pihak yang termasuk ke dalam ekonomi mikro bisa mempengruhi permintaan dan penawaran atas sutu produk baik barang maupun jasa yang akan menentukan harga dan bagaimana harga tersebut akan menentukan jumlah permintaan dan penawaran selanjutnya.

Teori Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi ialah sebagai “kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya; kemampuan ini tumbuh sesuai dengan suatu kemajuan tekonologi, dan penyesuaian kelembagaan dan ideologis yang diperlukannya.
Pengertian pertumbuhan ekonomi mempunyai tiga komponen.
1.      pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya secara terus-menerus persediaan barang
2.      Teknologi maju adalah faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajad pertumbuhan kemampuan dalam penyediaan aneka macam barang kepada penduduk
3.      Penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan adanya suatu penyesuaian di bidang kelembagaan dan ideologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan umat manusia bisa dimanfaatkan secara tepat. Tekonologi modern misalnya, tidak cocok dengan corak/kehidupan desa, pola keluarga besar, usaha keluarga dan buta huruf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar