ETIKA BISNIS
PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS
Disusun
Oleh :
1. Fianca Lena Feriskha (12215650)
2. Ikhsan Ramadhan (13215255)
3. Muhamad Fachry Chairul (14215368)
4. Rexa Dwi Nurcitha (15215796)
5. Yora Putri Maharani (17215284)
Fakultas
Ekonomi
Universitas
Gunadarma
2018
Prinsip-prinsip
Etika Bisnis
Beberapa
prinsip etika bisnis dapat disampaikan sebagai berikut:
1. Prinsip Otonomi
Otonomi merupakan sikap dan
kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran
sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Seseorang dikatakan
memiliki prinsip otonomi dalam berbisnis jika ia sadar sepenuhnya akan
kewajibannya dalam dunia bisnis. Ia tahu mengenai bidang kegiatannya, situasi
yang dihadapinya, tuntutan dan aturan yang berlaku bagi bidang kegiatannya. Ia
sadar dan tahu akan keputusan dan tindakan yang akan diambilnya serta risiko
atau akibat yang akan timbul baik bagi dirinya dan perusahaannya maupun bagi
pihak lain. Di samping itu ia juga tahu bahwa keputusan dan tindakan yang akan diambilnya
akan sesuai atau sebaliknya bertentangan dengan nilai atau norma moral
tertentu. Oleh karena itu orang yang otonom bukanlah orang yang sekedar
mengikuti begitu saja norma dan nilai moral yang ada, melainkan ia tahu dan
sadar bahwa apa yang dilakukan itu adalah sesuatu yang baik. Hal yang demikian berlaku juga dalam bidang bisnis.
Misalnya seorang pelaku bisnis hanya mungkin bertindak secara etis kalau dia
diberi kebebasan dan kewenangan penuh untuk mengambil keputusan dan bertindak
sesuai dengan apa yang dianggapnya baik. Tanpa kebebasan ini para pelaku bisnis
hanya akan menjadi robot yang hanya bisa tunduk pada tuntutan perintah, dan
kendali dari luar dirinya. Hanya dengan kebebasan seperti itu ia dapat
menentukan pilihannya secara tepat dalam menjalankan dan mengembangkan
bisnisnya .
- Prinsip
Kejujuran
Prinsip
kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai yang paling mendasar dalam
mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Kegiatan bisnis akan berhasil jika
dikelola dengan prinsip kejujuran. Baik terhadap karyawan, konsumen, para
pemasok dan pihak-pihak lain yang terkait dengan kegiatan bisnis ini. Prinsip
yang paling hakiki dalam aplikasi bisnis berdasarkan kejujuran ini terutama
dalam pemakai kejujuran terhadap diri sendiri. Namun jika prinsip kejujuran
terhadap diri sendiri ini mampu dijalankan oleh setiap manajer atau pengelola
perusahaan maka pasti akan terjamin pengelolaan bisnis yang dijalankan dengan
prinsip kejujuran terhadap semua pihak terkait
- Prinsip
Keadilan
Prinsip
keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan
aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional, obyektif dan dapat
dipertanggung jawabkan. Demikian pula prinsip keadilan menuntut agar setiap
orang dalam kegiatan bisnis entah dalam relasi eksternal perusahaan maupun
relasi internal perusahaan perlu diperlakukan secara sama sesuai dengan haknya
masing-masing. Keadilan menuntut agar tidak ada pihak yang dirugikan hak dan
kepentingannya.
- Prinsip
Saling Menguntungkan
Prinsip ini menuntut agar bisnis
dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak. Jadi kalau
prinsip keadilan menuntut agar tidak boleh ada pihak yang dirugikan hak dan
kepentingannya, prinsip saling menguntungkan menuntut hak yang sama yaitu agar
semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan satu sama lain. Prinsip ini
terutama mengakomodasi hakikat dan tujuan bisnis. Dalam kenyataan, pengusaha
ingin memperoleh keuntungan dan konsumen ingin memperoleh barang dan jasa yang
memuaskan (harga tertentu dan kualitas yang baik) maka bisnis hendaknya
dijalankan saling menguntungkan antara produsen dan konsumen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar